Refleksi Aksi Nyata - Selogiri Online

Kamis, 30 November 2023

Refleksi Aksi Nyata



Sebelum memulai proses pembelajaran pada topik kali ini saya berpikir bahwa pemberian bantuan sementara secara bertahap kepada peserta didik atau scaffolding merupakan hal yang tidak begitu penting, karena awalnya saya merasa pemberian bantuan tersebut malah justru akan membuat peserta didik menjadi malas dan tidak berkembang.

Namun setelah mengenal dan belajar mengenai apa itu scaffolding saya mulai sadar kalau pemberian bantuan sementara secara bertahap kepada peserta didik ini begitu penting. Kemampuan tiap individu dalam menerima dan mengolah materi tidaklah sama, ada yang cepat ada pula yang lambat, oleh karena itu sebagai pendidik seharusnya bisa mengatasi permasalahan tersebut, nah scaffolding merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan oleh pendidik sebagai solusi dari permasalahan yang ada, dengan harapan peserta didik nantinya akan bisa mandiri tanpa bergantung pada bantuan dari orang lain.

Selain belajar secara individu saya juga belajar secara berkelompok dengan rekan-rekan sejawat. Dalam ruang kolaborasi saya dan teman-teman belajar lebih lanjut tentang scaffolding dan penerapannya dalam praktik pengalaman lapangan di SD Banmati 02, Sukoharjo. Bu Sumiyati selaku kepala sekolah dan guru pamong menerima dengan baik kedatangan kelompok kami dan dengan senang hati berbagi ilmu tentang cara mengajar yang baik, beliau juga tidak segan memberi teguran pada kami saat kami melakukan kesalahan. Bu Mitta selaku dosen pembimbing kami di lapangan juga selalu memonitor perkembangan kami, kritik dan saran yang membangun selalu beliau berikan pada kelompok kami demi kemajuan bersama.

Kelompok kami juga belajar banyak hal dalam proses demonstrasi kontekstual. Saya dan teman-teman mendapat segudang pengalaman mulai dari materi pelajaran, teknik mengajar, pengkondisian kelas, berorganisasi, pemecahan masalah, kerjasama, toleransi, tolong menolong, dan masih banyak lagi. Kami sadar bahwa tentu banyak masalah yang timbul baik itu secara personal maupun kelompok, akan tetapi semua itu selalu kami bicarakan supaya bisa terselesaikan dengan mencari jalan keluar bersama.

Sejauh ini yang sudah saya pahami tentang topik kali ini adalah bahwa pemberian bantuan sementara secara bertahap pada peserta didik merupakan hal yang penting dan tidak bisa dianggap remeh, karena meskipun terlihat sepele namun dampak yang diberikan cukup besar terhadap perkembangan peserta didik. Hal baru yang saya dapatkan terkait topik bahasan kali ini adalah bahwa penerapan scaffolding dalam dunia pendidikan khususnya akan membuat peserta didik semakin bersemangat mengikuti pembelajaran dan menjadi termotivasi untuk dapat melakukan tugasnya secara mandiri tanpa bergantung kepada orang lain. Selain itu lebih lanjut saya juga akan belajar mengenai bagaimana kiat-kiat penerapan scaffolding yang baik dan benar serta bagaimana cara agar pemberian bantuan tersebut tidak membuat peserta didik menjadi malas dan selalu mengandalkan orang lain terutama guru kelasnya.

Dari koneksi antar materi baik dengan mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain saya belajar tentang hubungan dan keterkaitan topik bahasan kali ini dengan topik bahasan yang lainnya. Scaffolding mempunyai kaitan erat dengan mata kuliah Pembelajaran Berdiferensiasi, Pemahaman Peserta Didik, maupun dalam Perspektif Sosiokultural itu sendiri. Bila ditarik benang merahnya maka jelaslah bahwa scaffolding menjadi salah satu elemen penting dalam proses maupun strategi pembelajaran.

Manfaat topik bahasan kali ini untuk kesiapan sebagai guru yaitu sebagai fondasi yang kuat sebagai bekal saya kelak apabila sudah terjun langsung mengajar dan menghadapi peserta didik beserta keanekaragamannya. Kesiapan saya saat ini memang belum maksimal akan tetapi saya yakin setelah melalui berbagai situasi dan kondisi yang sulit saya akan dapat memaksimalkan kesiapan saya, dalam skala 1 sampai 10 saya berada di angka 6, alasannya adalah karena saya masih ingin lebih banyak belajar lagi dan benar-benar memahami materi yang saya dapat agar bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya. Lebih lanjut yang saya persiapkan untuk bisa menerapkan ilmu yang saya pelajari secara optimal adalah dengan membuka hati dan pikiran saya terhadap segala bentuk ilmu pengetahuan baru, melakukan pemahaman secara mendalam, melakukan filtrasi, sebelum nanti pada akhirnya benar-benar telah siap menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Share with your friends